Beberapa Pengalaman Dan Pembelajaran (yang gue dapet) di Dunia Fotografi

Image source: Google - http://vkool.com

Setelah hampir dua tahun menekuni hobi fotografi, ada banyak pengalaman dan pelajaran yang gue dapet. Mulai dari teknik dasar seperti segitiga exposure, sampai yang ke lebih advance seperti pengaturan cahaya, penataan objek, sampai photoshop. Semua pembelajaran yang gue dapet berasal dari internet, temen, dan majalah. Atau nanti gue akan coba cerita bagaimana ilmu ilmu tersebut gue terapkan, ditunggu postingannya!

Dan salah satu hal yang membuat orientasi gue berubah pada fotografi adalah: tanggung jawab fotografer yang besar.



Contoh cerita,
ada sepasang kekasih yang mau menikah, lalu mereka meminta kita (seorang fotografer) untuk mendokumentasikan momen pernikahannya dari awal hingga akhir. Mereka siap membayar kita 10 juta untuk hal itu. Akhirnya, kita terima pekerjaan tersebut.
Singkat cerita, kita sampai di gedung pernikahan mereka sebelum para tamu datang. Lalu kita mulai memotret tata rias dari mempelai, memotret gedung. Dan apabila acara sudah mulai, kita harus segera standby untuk mendapatkan momen penting seperti pengucapan janji, pertukaran cincin, sampai ciuman pertama pengantin tersebut.

Kita harus siap siaga di segala situasi. Maka dari itu, penting bagi seorang wedding fotografer mempelajari tata acara, memperhatikan kemauan mempelai, sampai mempelajari adat pernikahan tersebut. Dengan begitu, kita tidak akan kehilangan momen penting dan membuat reputasi kita  meningkat.

Ya walaupun gue belum pernah terjun langsung ke wedding photography, tapi soal 'tanggung jawab'  kan juga penting untuk menjaga profesionalitas.


Lalu yang menjadi pelajaran buat gue: peka terhadap lingkungan sekitar.
Hal ini yang akan membuat kita mengetahui apa yang harus kita foto. Dan dengan begini juga kita akan segera tahu apa genre fotografi apa yang kita minati.

Seorang street photographer harus peka dengan keadaan di jalan raya.
Seorang food photographer harus memperhatikan detail makanan agar mengundang selera makan..
Seorang architecture photographer harus peka terhadap setiap pola dan tekstur.

Kalau tidak peka, apa yang akan mereka foto?
Gue sendiri suka portrait, maka gue akan peka terhadap gaya sang model. Yaitu tentang bagaimana caranya gue mengarahkan model agar tetap cantik saat difoto.
Bicara tentang pengarahan model, ini berhubungan dengan hal ketiga.


Dan hal yang menjadi pembelajaran juga: attitude.
Sikap kita dalam dunia fotografi bisa dinilai oleh fotografer lain dan juga model nya sendiri. Attitude kita mempengaruhi reputasi, jadi apabila hasil fotonya bagus tapi attitude nya jelek, si model juga akan jadi males foto dengan kita.

Contoh cerita,
bila kita sedang memotret model, jangan sampai kita menyentuh model tersebut. Disinilah seni kita dibatasi oleh gaya bicara. Bagaimana cara kita untuk mengatur pose model tersebut tanpa menyentuhnya.

Karena bila kita sampai menyentuh, maka bisa saja kita dianggap melakukan pelecehan terhadap model tersebut. Walaupun niat kita hanya untuk mengarahkan, tetapi pikiran model tersebut menanggap kita tidak professional dan dituduh melakukan pelecehan.



Itulah beberapa pembelajaran penting yang gue dapatkan selama menekuni hobi fotografi. Gue yakin pengalaman dan pembelajaran diatas juga fotografer lain rasakan. Dan kalian bisa tulis di kolom komentar, apa pengalaman atau pelajaran yang kalian dapat di dunia fotografi. Nanti gue akan baca dan balas.


And, see you on the next post!

Komentar

  1. wah suka lihat orang yang foto2 dan hasilnya kece

    BalasHapus
  2. profesionalitas harus dijaga ya, dengan mengedepankan attitude

    BalasHapus

Posting Komentar

Sebelumnya terima kasih sudah membaca. Gue berharap kalian memberi komentar yang sopan. Ga harus sesuai EYD, kok. Yang pasti jangan pake bahasa 4L4Y, apalagi bahasa binary.

Yo'ciao~