Cerita Dibalik Laptop


Cuaca Jakarta panas saat ini. Tidak mendukung diri untuk melakukan aktivitas diluar ruangan. Dan, disinilah aku. Duduk di depan laptop, sambil menata harddisk D yang berantakan. Aku memang tipe orang yang berantakkan, tapi aku tidak suka ketika laptop sudah tidak rapi. Dokumen tercecer dimana mana.

Hanya ditemani cangkir besi yang berisi air mineral tidak membuatku merasa bosan. Ketika sudah penat, tinggal seruput air dan kembali segar. Handphone sedang di charge dan tidak ada yang menarik perhatian untuk menghilangkan rasa bosan. Hanya air. Sesimpel itulah diriku, kalau kau mau tahu.

Klik klik!

Aku membuka sebuah folder. Sebuah data data dari kelas 10 masih tersimpan. Tidak terasa, setahun lalu aku berkutat dengan banyak makalah. Bahasa Indonesia, Sejarah, Geografi, banyak sekali. Aku tidak tertarik untuk membahasnya satu persatu. Lagian apa yang menarik dari sebuah makalah?

CTRL + A – upload to Cloud.

Tidak berminat untuk membuang data ini. Bagaimana bisa, hasil pekerjaan yang sudah kubuat dengan susah payah dan akhirnya dibuang karena tidak berguna lagi? Aku orang yang menghargai proses, bukan hasil.

Kembali ke D. Masih ada beberapa data yang tersisa. Sebagian besar berupa tulisan dan file musik. Tentu saja tidak akan ku buang! Mahakarya yang lebih menarik dari makalah yang aku buat akan tetap tersimpan disini, dan juga beberapa lagu yang kubayar dengan kuota.

Klik klik!

Kali ini sebuah foto. Beberapa foto perjalanan ke berbagai tempat ternyata masih kusimpan. Biasanya aku hanya letakkan di SD Card dan tidak aku apa apakan. Kecuali jika orang meminta untuk menguploadnya ke Facebook. Iya, ibuku yang meminta mengupload perjalanan kita ke Bali waktu itu. Padahal ibuku sendiri tidak punya akun Facebook!

Mungkin akan kusimpan saja disini.

Perlahan demi perlahan, harddisk D mulai bersih dan free space nya bertambah. Rata rata aku menghapus folder zip, aplikasi, game, data yang tidak berguna, atau apapun itu. Aku mulai mengantuk, kelelahan.

Satu dua tegukkan kuambil dari cangkir
.
Saat melihat lihat kembali, ada satu hal yang terlupa. Aku terbiasa menyimpan file tersembunyi. Biasanya yang aku sembunyikan berupa hal hal yang tidak aku ingin tunjukkan kepada orang lain. Bukanya memang seperti itu fungsinya?
Aku berniat untuk membukanya.

Klik klik!

Folder pertama. Ternyata hanya berupa foto foto tentang diriku. Jangan ditanya mengapa hal seperti ini aku sembunyikan. Orang orang akan tertawa jika melihat foto kita yang berpose alay kan? Dan sekarang kau mengetahui jawaban dibalik kata mengapa itu.

Folder ini akan kubiarkan terbuka, tidak aku sembunyikan lagi. Entah apa alasannya, kurasa itu mulai menjadi hal yang biasa saja. Atau mungkin gara gara banyak orang yang telah melihat fotoku dengan gaya yang bodoh?

Ini dia folder terakhir.
Dan kurasa aku tahu isinya tentang apa.
Karena hal ini baru kusembunyikan beberapa waktu yang lalu.

Aku belum berniat membicarakannya, dan membiarkan folder itu tetap tesembunyi.

Sudah tengah hari.

Aku menatap Big Ben yang ada di dindingku. Wallsticker usang yang sudah setahun lalu menghiasi kamar. Tatapan yang membuat mataku seperti berkata kata,

“Apa kabar ya kamu, disana?”

Klik klik.
Start + Turn off the computer.

Klik.


**
Sorry, no english version.

Image source: Google.

Komentar