Jajah Lembah Hijau

Hari Rabu lalu, X IIS 1 pergi jalan jalan ke Taman Wisata Lembah Hijau. Ini pertama kalinya gue jalan jalan bersama kawan SMA. Biasanya gue jalan jalan sama kawan SMP, atau nyokap. Kalau ditanya alasannya, gue selalu jawab ‘ga punya waktu’. Itu juga berarti gue ga punya uang.

Karena waktu adalah uang. Ga punya waktu, berarti ga punya uang.

Perjalanan dimulai dari sekolah tercinta. Sebagai transportasi, kita menyewa satu bis dan ada beberapa juga yang pake motor. Saat di bis, semua pada sibuk update status facebook, twitter, askfm, telegram, namun semua berubah setelah lensa Sony Xperia Z Ultra ini berbicara… sebutin merk hp nya, biar songong


Sekedar info, medan yang harus ditempuh untuk ke Lembah hijau adalah naik turun naik turun. Dan daerah Kemiling merupakan daerah yang rawan dengan kejahatan. Maka jika kamu kamu yang ingin berwisata ke tempat ini, pastikan bensin kendaraan terisi penuh dan selalu waspada disekitar kita.

Besss!!!!!!
Bukan, itu rem angin. Bukan kentut biawak. Artinya, kita sampai di TKP.

Karena kita berangkat di hari kerja, maka Lembah Hijau terkesan seperti hutan, sepi. Ya… masih ada juga beberapa adek adek sekolah yang berekreasi. Sembari menunggu guru kami yang datang dengan mobil, dan layaknya anak muda yang baru akil baligh, kita turun dengan keren dan selfie dengan norak.

Untung sepi...

Ibu guru sudah datang, saatnya menjajah Lembah Hijau!!

Pemberhentian pertama, kolam renang.
Ibarat makanan kuli bangunan, nasinya banyak lauknya seiprit. Kolam renang di Lembah Hijau juga begitu, kolamnya besar, wahananya sedikit. Tapi intinya sama, kita puas.

Sambil mencari cottage buat menaruh barang barang, kami juga pada siap siap berenang, kecuali gue. Gue cari cari foto dulu buat dokumentasi, namun lama lama gue yang malah jadi fotografer buat mereka.
Tips: jangan sok sok an jadi documenter kalo memang bukan tugas lu, lama lama kamu jadi tukang fotonya.  Apes sudah.

Byurr!
Akhirnya gue berenang juga setelah dapet beberapa foto. Kami kesana kemari, naik turun perosotan, sampai naik perosotannya boncengan mirip cabe cabean basah. Akhirnya, kami capek juga. Gue sempet bingung, naik tangga lama lama, turunnya cepet. Gue merasa dibodohi sama perosotan.

Berhenti basah basahan di kolam renang, guru kami sudah menyiapkan nasi padang untuk makan siang. Kita membangun dua kubu, cewek dan cowok. Saling berbagi rahasia yang membuat kami tersedak sedak dan bercanda yang bikin menyemburkan butiran nasi dari mulut ke mulut. Oke, yang terakhir sedikit menjijikan.

Selang beberapa menit…

Kawan kawan gue kembali berenang, kecuali gue yang masih lebih pengen berduaan sama kamera smartphone gue ini. Gue mengabadikan beberapa moment saat mereka berenang. Hasilnya, ada yang bagus, keren, kocak, dan horror.


Bosan bermain di kolam renang, kami minta izin ke ibu guru untuk keluar area kolam dan menuju permainan lain.

Pemberhentian kedua, rumah hantu.
Jalannya lumayan jauh dari kolam renang, apalagi ditambah cuaca yang menggigit kulit bikin kita capek. Tapi dengan semangat juang serta setan yang bikin kita semangat, akhirnya sampai juga di rumah hantu.

Tanpa permisi, teman teman gue hanya membeli tiket untuk bisa masuk ke rumah hantu. Gue hanya menunggu di cafĂ© luar. Gue lupa, gue ga bawa uang untuk beli tiket masuk ke rumah hantu. Gue kira hanya permisi begitu saja. Udah capek capek kesini, lupa bawa uang pula. A’elah!

Pemberhentian ketiga, kebun binatang.
Kebun binatang adalah tempat kesukaan gue, karena disana banyak binatang berbulu. Temen temen gue udah pada kecapekan, makanya mereka pada duduk pacaran, buka baju, gelantungan di pohon.


Sementara, gue sibuk mengajak hewan ini untuk selfie.

Luwak With Selfie

Udah hampir jam 14.00, saatnya kita balik ke cottage.

Sampai di cottage, barang barang kami sudah disiapkan oleh ibu guru. Tugas kami hanya mereview saja. Fix, barang gue kagak ada yang ketinggalan. Dan sebelum kita mengakhiri jalan jalan ini, alangkah baiknya kita foto foto dulu. Dan, ini foto ter de best yang gue ambil lewat front camera.


Petjah!

Untuk gue –yang pribadi udah kesini beberapa kali– Taman Wisata Lembah Hijau adalah tempat rekreasi yang biasa aja.  Tidak ada yang spesial dari tempat ini. Tapi jika ingin berekreasi kesini, ya rasanya ga hambar hambar amat. Masih banyak destinasi wisata di provinsi Lampung. Lain waktu, mungkin bisa gue ceritain tentang tempat tempat lainnya.

Jadi, ini akhir post. Mungkin ada tempat rekreasi yang azig di provinsi kalian, ya bisa di share.

Komentar

  1. Blogwalking:)--> http://pammadistro.blogspot.com/

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ga ada komentar yang lebih penting lagi nih?? -________-

      Hapus

Posting Komentar

Sebelumnya terima kasih sudah membaca. Gue berharap kalian memberi komentar yang sopan. Ga harus sesuai EYD, kok. Yang pasti jangan pake bahasa 4L4Y, apalagi bahasa binary.

Yo'ciao~