Pertemuan Tanpa Disengaja


Sudah 4 hari belakangan Okky memakan Indomie rebus di kost kosan nya. Banyak bungkus Indomie yang berserakan di dapur sehingga membuat ibu kos memarahi Okky. Karena ini akhir bulan, Okky mengambil kunci motornya di meja belajar untuk berangkat ke cafe di sudut sudut kota Jakarta. Arloji Okky menunjukkan jam 7 waktu Indonesia bagian Jakarta macet. Suara klakson berbagai merk kendaraan bernyanyi di telinganya. Kadang dengan keisengannya, Okky selalu bernyanyi seirama dengan bunyi klakson. Itu hiburan tersendiri baginya. Sampai akhir perjalanan, Okky selalu bernyanyi.
Cafe sepertinya terlihat tidak menyediakan kursi kosong untuk Okky. Tapi pelayan menawarkan Okky untuk duduk di kursi dengan 2 bangku. Tidak ingin akhir bulannya berakhir dengan bungkus Indomie lagi, Okky menerima tawaran pelayan tersebut dengan berat hati. Entah kenapa jika duduk di bangku untuk berdua, dia teringat sosok wanita berambut tipis sebahu lebih dengan wajah bulatnya yang lucu. Kehadirannya sudah tidak ditemui lagi semenjak dia pergi dari Bandar Lampung. Pelayan datang dengan menggandeng buku menu yang sudah usang untuk diberikan ke Okky. Dia mengambil kacamatanya dari jaket dan membaca buku itu dengan jarak 50cm. Satu menit kemudian, Okky memutuskan memesan nasi bakar ayam dengan segelas es teh manis.
Menunggu pesanannya datang, Okky masih membayangkan wanita yang dulu dipanggillnya Debora. Andaikan dia duduk di kursi kedua, mungkin perbincangan yang seru dan tiada akhirnya masih akan berlangsung sampai sekarang. Debora adalah wanita terasyik yang bisa membuat Okky lupa waktu jika bertemu dengannya. Bola matanya kadang kadang bersinar seakan akan efek photoshop membuat Okky senang melihatnya. Ah, dulu terasa indah seakan akan dunia milik kita berdua. Yang lain, ngontrak.
Sepiring nasi bakar dan es teh manis akhirnya datang juga. Aroma nasi yang terbungkus daun pisang terasa menusuk hidung Okky. Ditambah lagi alunan penyanyi cafe yang suaranya harmonis. Sendok yang dipakai Okky seakan akan seirama dengan bait bait lagi tersebut. Tanpa disadarinya, dia sudah melupakan sosok wanita tersebut.
Suapan terakhir Okky sudah terlaksanakan. Dia merasa lega bisa makan enak tanpa dibebani pikiran apapun karena pemusik tersebut. Okky menaikkan lengan kanannya dan mencetikkannya 2 kali, secara otomatis pelayan datang dengan memberikan bon. Okky mengambil bon tersebut, dan mengeluarkan dompet dan memberi pelayan uang 25.000 sekaligus berkata, "Sekalian tip ya". Si pelayan hanya tersenyum dan meninggalkan meja Okky, dilanjut Okky yang meninggalkan mejanya.
Saat hendak menuju parkiran, Okky berpapasan dengan seorang wanita. Saat melewati wanita tersebut, Okky merasakan dejavu dalam dirinya. Dia mengenal harum parfum tersebut, dan hanya satu tempat untuk membelinya. Tanpa sengaja Okky menyeletuk.

"Debora?"


Yah, kira kira gitu lah cerita pendek yang gue buat dengan strategi 3 kata (bernyanyi, kacamata, harum). Dan gue kira cerita diatas endingnya janggal banget. Pokoknya kalo ada kritik atau saran, kirim lewat comment box yaa..

nb: cerita ini gue buat bulan 6, dan gue publish bulan 11. kalo ditanya alasannya, ya lupa. hehehe

Komentar

Posting Komentar

Sebelumnya terima kasih sudah membaca. Gue berharap kalian memberi komentar yang sopan. Ga harus sesuai EYD, kok. Yang pasti jangan pake bahasa 4L4Y, apalagi bahasa binary.

Yo'ciao~