[REVIEW] Marmut Merah Jambu

Mungkin udah pada nonton film ini? Kalau belum, coba baca review gue. Kalau sudah, coba baca review gue.


Marmut Merah Jambu adalah film karya Raditya Dika yang sebelumya sudah pernah bermain di film Kambing Jantan, Cinta Brontosaurus, dan Manusia Setengah Salmon. Tapi jika di film film sebelumnya Dika hanya berperan sebagai scriptwriter, di film Marmut Merah Jambu Dika juga merupakan sutradara film nya. Diproduseri oleh Chand Parwez Servia dan Fiaz Servia, film produksi Starvision Plus ini memiliki casts: Christoffer Nelwan (Dika SMA), Julian Liberty (Bertus SMA), Sonya Pandarmawan (Cindy SMA), Raditya Dika (Dika dewasa), Franda (Cindy dewasa), Mohammed Kamga (Bertus dewasa), Bucek (Papa Dika), Dewi Irawan (Mama Dika), Jajang C. Noer (Kepala sekolah), Feby Febiola (Ina).



Dimulai dari kedatangan Dika (Raditya Dika) ke rumah Ina yang disambut oleh bapaknya yang super galak. Namun seiring lama perbincangan, papa Ina menjadi 'nafsu' mendengar cerita Dika bisa bertemu dengan Ina. Mulai dari keinginan Dika (Christoffer Nelwan) dan Bertus (Julian Liberty) yang ingin populer dengan cara apapun sampai akhirnya mereka membuat suatu grup detektif yang bisa dibilang kacau balau sebelum Cindy (Sonya Pandarmawan) masuk menjadi anggota mereka.
Kasus demi kasus bisa dipecahkan, namun mereka terpecah saat kepala sekolah (Jajang C. Noer) meminta mereka untuk menyelidiki kasus 'misteri pembunuhan kepala sekolah'. Cindy menjadi tahu bahwa Dika hanya berkerja demi kepentingan sendiri, bukannya kebenaran. Hal itu juga diketahui oleh Bertus sampai akhirnya mereka bermusuhan.
Weitss, sorry. Cerita gue putus sampai bagian klimaks awal saja. Nanti gue jadi ngebuka spoiler film lagi, hehehe.

Gue suka dengan ceritanya, karena ini dibuat menjadi alur campuran dimana komedi 70% berada di masa masa Dika SMA. Tentang backsound musiknya juga yang pas saat adegan adegannya. Efek efeknya tidak terlalu banyak, walaupun ada itu dibuat secara kasar. Maksudnya, tidak ada 'animation' nya saat pergantian scene yang masih berhubungan.
Mungkin yang gue kurang suka adalah pemeran pembantuya hanya mendapat sedikit scene (seperti Pandji, Dovi, dll.) padahal jika mereka dimasukkan mungkin bakal lebih lucu lagi. Gue juga kurang suka dengan bagian hening nya yang relatif lama (walaupun hanya 5 detik, gue rasa Radit bisa membuat 5 detik itu menjadi lucu).

Karakternya bisa gue acungi 2 jempol, apalagi untuk Christoffer Nelwan, Julian Liberty, dan Sonya Pandarmawan. Christoffer bisa memerankan Dika sama seperti aslinya sekarang (cemen, bloon, dsb.) tapi dengan porsi yang sedikit. Julian Liberty, wah ini karakter bisa buat semua penonton ketawa. Melihat aksinya yang absurd membuat gue berpikir 'nih orang kenapa sih?' 'nih orang gila atau apa ya?' dan Julian juga pandai membuat para kawannya merasa jengkel setengah mati. Kalau Sonya Pandarmawan, gue lihat doi bisa bergaya seperti orang yang jenius ala kadarnya dan pas banget mimik mukanya kalau dia lagi risih, sedih, dsb.

Komentar gue untuk film ini, pokoknya buat lu yang belum nonton buruan ke bioskop dan minta mbak mbak nya tiket Marmut Merah Jambu. Karena komedi nya yang pas, quote yang dilontarkan para pemain itu ga biasa, dan endingnya agak sulit untuk ditebak. Walaupun lu nebak, pasti bakalan ngomong 'loh, kok ini jadi ini?'  atau 'ini sama ini?' ah pokoknya banyak deh. Untuk rating, gue memberi 4 / 5 bintang.


Komentar

  1. Wah berarti emang bagus ya? lagi pada rame ngomongin ini nih.
    Btw, baru pertama mampir ke sini. Blognya baguss. Salam kenal ya Bil, gue Adi. \:D/

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cepetan nonton, keburu ketinggalan. Huehehe..
      Anak JB kan ya? Masa baru mampir pertamax? (-_-)>

      Hapus
  2. gw sih udah baca bukunya, tapi kayaknya klo nonton filmnya lebih afdol

    BalasHapus
    Balasan
    1. Loh, gue malah belum pernah baca bukunya :))

      Hapus
  3. Nggak sedih tuh nonton MMJ sendirian? Nyindir banget buat yang jomblo soalnya wakakaka.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggak juga tuh, malahan gue ketawa terus :p

      Hapus
  4. buset.. akhir postingannya ngenes banget.... sendirian...

    Hehehe :D

    BalasHapus
  5. Pengen banget nonton film ini. Tapi gara-gara jomblo jadi nggak ada yang ngajakin juga hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ajak kawan juga boleh kok. Siapa tau seat sebelahnya jomblo juga.

      Hapus

Posting Komentar

Sebelumnya terima kasih sudah membaca. Gue berharap kalian memberi komentar yang sopan. Ga harus sesuai EYD, kok. Yang pasti jangan pake bahasa 4L4Y, apalagi bahasa binary.

Yo'ciao~