12 tahun yang sia sia



Setiap tahun, Kelvin hanya bisa bertemu orang tuanya 2 kali, saat hari raya natal dan lebaran. Itu pun hanya 3 hari, lalu pergi lagi ke luar negeri untuk urusan bisnis. Saat itu, Kelvin masih dikelas 2 SD dan orang tuanya menitipkan dia ke panti asuhan.
Sebenarnya Kelvin sudah ditinggalkan orang tuanya dari kelas 1 SD. Saat itu, Kelvin tinggal di rumah bersama pembantunya. Karena pembantunya tidak berkerja sebagaimana mestinya, maka saat Kelvin kelas 2 SD, Kelvin dititipkan ke panti asuhan.
Kelvin seperti anak normal lainnya, bisa diajak bergaul, mau membantu sesama, dan lainnya. Kelvin tidak pernah merasa kehilangan kasih sayang orang tua, karena setiap hari Kelvin dikelilingi anak anak yang sayang sama dia.


Hari demi hari kian berlalu, Kelvin sekarang sudah kelas 1 SMA, dan dia sekarang tinggal di asrama yang mewah. Saat SMA, Kelvin dibelikan semua barang yang diinginkannya, seperti buku, handphone, laptop. Kelvin merasa senang saat itu.
Di asrama, memang Kelvin yang dikenal sebagai murid terpintar. Guru dan teman temannya sangat mengagumi kecerdasan Kelvin, tapi orang tuanya tidak mengetahui hal itu.
Saat kelulusan, Kelvin menghubungi orang tuanya untuk pengambilan rapot. Tetapi orang tuanya tidak bisa, karena sedang ada rapat besar. Akhirnya, Kelvin sendiri yang mengambil rapotnya.
Saat datang ke ruangan pengambilan rapot, banyak ayah dan ibu mendampingi anaknya. Mungkin hanya Kelvin sendiri yang datang tanpa orang tua.Saat itu juga hati Kelvin langsung sakit.
Kelvin duduk di kursi paling belakang. Saat duduk, dia melihat orang tua murid lain yang maju, dan saat selesai mengambil setiap orang tua murid berkata "Papa bangga sama kamu, nak." 
Kelvin langsung menahan sakit hatinya.
Setelah beberapa giliran, nama Kelvin dipanggil oleh guru. Guru langsung memberi rapot Kelvin, dan langsung dibuka dihadapan gurunya. Ternyata Kelvin mendapat ranking 1 dari seluruh siswa di asrama.
Tapi, Kelvin tidak gembira. Kelvin langsung meninggalkan gurunya dan mengucapkan terima kasih, dan langsung duduk kembali ke belakang. Kelvin mencoba menelpon orang tuanya untuk memberitahu bahwa dia juara 1 dari semua siswa asrama. Teleponnya ternyata tidak diangkat.
Ruangan sudah kosong, tapi Kelvin tetap duduk dibangku belakang. Gurunya pun melihat Kelvin dengan tatapan bingung. Tiba tiba gurunya menghampiri murid itu, dan bertanya

"Dari pagi sampai sekarang, ibu selalu melihatmu duduk disini. Ada apa?" tanya guru.
"Bu, lebih baik keluarga saya hidup miskin, tapi selalu bisa bersama sama, daripada kaya raya, tanpa kehadiran orang tua." jawab Kelvin dengan berbisik.

Gurunya pun terdiam, lalu meninggalkan Kelvin.

Kelvin tidak meneruskan untuk kuliah. Kelvin menjual barang barang yang diberikan oleh orang tuanya, dan menggunakan uangnya untuk membantu panti asuhan yang ditinggalinya selama 8 tahun.
Saat Kelvin berumur 24 tahun, orang tua Kelvin sudah balik ke Indonesia. Orang tuanya langsung menuju ke rumah untuk bertemu Kelvin, tapi tidak ada. Orang tuanya langsung panik, karena Kelvin menghilang dan teleponnya tidak aktif.
Besoknya, orang tua Kelvin menuju ke asramanya yang dulu dan bertemu dengan gurunya dan juga bertanya

"Bu, Anda tahu dimana anak kami, Kelvin?"

Gurunya langsung terdiam dan berkata dengan pelan

"Pak, bu, anak Anda merasa sedih saat pengambilan rapot dulu. Meskipun dia mendapat juara 1 dari seluruh siswa asrama, namun semuanya tidak berarti tanpa kehadiran kalian. Dia juga pernah berkata bahwa saya lebih baik hidup miskin tapi selalu bersama, daripada kaya raya tapi tanpa kehadiran orang tua. Terakhir saya liat, anak Anda berada di panti asuhan."

Orang tua Kelvin pun langsung cepat cepat menuju panti asuhan yang pernah ditinggali Kelvin.

Setelah sampai, orang tuanya melihat Kelvin sedang bermain dengan anak anak kecil. Lalu orang tuanya langsung memanggil Kelvin.
Kelvin langsung menghampiri mereka dan bertanya

"Siapa Anda berdua? Bagaimana Anda bisa tahu nama saya?" tanya Kelvin.
"Kami berdua orang tuamu." Jawab ibunya dengan heran.
"Anda mengiggau? Saya tidak mempunyai orang tua saat kelas 2 SD" Jawab Kelvin sambil tertawa.
"Kurang ajar kamu, nak!" Bentak bapaknya ke Kelvin.
"Dan kalian berdua yang tidak mempunyai hati! Mentelantarkan anaknya selama 24 tahun tanpa kasih sayang, apakah kalian masih pantas disebut orang tua? Tidak. Sekarang mohon Anda berdua pergi dari sini sebelum saya bertindak kasar." Jawab Kelvin.
"Nak, pulanglah. Ibu akan memberikan kamu apapun!" Jawab ibunya sambil menangis.
"Anda tidak bisa memberikan rasa kasih sayang yang sepantasnya saya dapatkan 12 tahun lalu." Jawab Kelvin.

Lalu Kelvin meninggalkan mereka berdua, dan bermain bersama lagi.


Para pembaca, ingatlah
"Anda selalu bisa membeli apapun dengan uang, kecuali rasa kasih sayang."

Komentar