Racun rakitan kami

Biasanya untuk memperingati hari jadinya Selena Gomez dengan Eyang Subur....

Salah :p


Biasanya untuk memperingati jadinya SD gue (yang belom tau SD gue, klik disini pasti selalu ngadain makan bersama. Ya kayak syukuran gitu lah. Nah, guru gue nyuruh gue dan semua murid untuk membuat dessert. Disinilah sejarah itu dimulai...


Jadi, gue, Steve (temen gue), Rama (temen gue juga) Tama, dan Eki (mantan musuh gue)  berencana buat ager ager buat kelas kita. Sebelum kita memasak, ada baiknya kita berdoa dulu membeli bumbu bumbu. Maka, setelah pulang sekolah, gua, Tama, dan Rama naik mobilnya Steve dan menuju toko klontong kesayangan kami. Bukan, bukan untuk beli bumbu ager ager, tapi beli madu untuk keluarga Steve tercinta. Manis.
Udah dari toko klontong kesayangan, kami on the way ke rumah Steve. Sayangnya dulu belum ada Twitter, jadi gua gabisa Tweet "AquH d' RmaHz SteV3.. :):)" Tapi sudahlah.
Sampai di rumah Steve yang terbuat dari semen, kami langsung sungkem dan izin lepas sepatu. Setelahnya? Lari ke kamar Steve, nyalain komputer, buka PB sambil nunggu Eki.

"Loh, Eki kemana?"

Eki kita suruh beli bumbunya. Sedih sekali nasibnya. Yasudahlah, kami main PB untuk beberapa ronde ganti gantian. Karena kalah melulu, kami beralih main PS, main Guitar Hero. 
Belom aja 1 lagu, kedatangan Eki sudah menggangu kami. Ada senang ada sedih. Yaudah lah, kami langsung otw dapur.
Sampe dapur, Eki ngeluarin barangnya (baca: bumbu) dan seketika kami kaget. Bukan karena Eki pake kolor kebalik, tapi dia bawa bumbu ager dalam berbagai rasa.
Antara beruntung sama bego sih. Untungnya Steve punya ide brilian:

"Kita pake 1 rasa aja, bego."

Oke, ini bukan ide brilian, tapi itu idenya. Akhirnya kami sepakat untuk masak 2 ager saja. Satu dibawah kesekolah, dan satunya lagi untuk dicoba.
Dengan peralatan seikhlasnya, kami memasak dengan bego.
Inilah perjalanan singkat masak memasak kami.

Steve buka bumbu
Rama masak air
Gua ngaduk panci
Tama siapin wadah
Eki mijitin kaki kami

Yah, walaupun bego, tapi kami berhasil memasaknya. Akhirnya kami masukin Freezer bersuhu 12 derajat fahrenheit dan tunggu sampai matang.
Then? Steve dan Rama lanjut main PB, gua, Tama, dan Eki main PS. Gua masih inget permainannya Luffy vs Naruto vs Bleach. Ini serius.
15 menit main, Tama ngajak Steve main bola. Steve pun setuju dan kami resmi tunangan main bola di lantai 4.
Bukannya main bola, kami malah saling jedem satu sama lain. Sakitnya bukan main, apalagi waktu itu gua masih cupu main bola, jadi gua kabur keluar teras. Miris
Rama juga ikut ikutan keluar, dan dia naik ke wilayah helipad. Dan semua yang main bola pada ikutan ke atas.

Diatas, kami berjanji berpegangan tangan sambil menatap langit:
Steve: "Kalo gua udah besar, cita cita gua gak bakal ngelupain kalian!"
Rama: "Kalo gua udah besar, gua pengen ngumpul lagi kayak hari ini!"
Tama: "Kalo gua udah besar, gua akan mencari kalian sampai kapanpun!"
Eki: "Kalo udah gede, gua pengen lo semua inget gua!"
Gue: "If I has been growth, I will remember this day until end of my life!"

Dan itu kejadian ga terlupakan yang terjadi sama kita :)

Setelah itu, kami ke kamar Steve. Tidur tiduran, nyanyi gajelas, dan berlaku seperti gembel. Tiba tiba Rama mengingatkan kami:

"Woi, kolor lo kebalik Ki!"
"Itu pengen diapain agernya?"

Kami diam dan tengak tengok. Tiba tiba kita semua lari serempak menuju Freezer, dan akhirnya Rama membuka pintu Freezer. Alhamdulillah udah cocok untuk disantap.
Kami ambil wadah untuk dicoba, dan kami makan bersama di meja makan.

Kami semua berharap agar agar agar kami jadi begini:



Ternyata agar agar kami GAGAL TOTAL karena:

- Ga ada rasa
- Alot
- Bentuknya lebih mirip sketsa pelaku bom bunuh diri

Dan seperti inilah ekspresi wajah kami saat mencobanya:



Mungkin kalo foto agar agar itu diupload ke Instagtam, mereka akan mendelete dengan alasan mengupload foto bokep. Oke, ini lebay.

Dan ini percakapan kami setelah mencobanya:


Steve: "Wanjir!! jadi alot gini!"
Rama: "Hahahaha, punya gua gak alot, cuma gada rasa."
Gua: "Bentuknya juga kayak arang gini"
Tama: "Berarti cita cita kita gak cocok jadi koki"
Eki: "Cacad lah."
Steve: "Kalo yang ini udah kayakgini, berarti yang di wadah satunya..."
Gua: "Ya begini juga"

Akhirnya kami memutuskan agar TIDAK MEMBAWA RACUN RAKITAN INI KE SEKOLAH.

Dan kami semua pulang sambil nahan berak...

Komentar

  1. wkwkwk ini pengalaman gua sm billeam paling bego
    wkawkakwa

    BalasHapus

Posting Komentar

Sebelumnya terima kasih sudah membaca. Gue berharap kalian memberi komentar yang sopan. Ga harus sesuai EYD, kok. Yang pasti jangan pake bahasa 4L4Y, apalagi bahasa binary.

Yo'ciao~