Biarkanlah anak autis merasakan apa yang kita rasakan

Hari ini (2 April 2013) dijadikan sebagai 'Hari Autis Sedunia.' Bukan, hari ini bukan ajang ajangnya orang normal jadi bertindak autis (ngomong tidak sempurna, terlihat aneh, sering pake kolor kebalik.) But, hari ini diprioritaskan untuk para anak autis.



Karena sikap anak autis yang umumnya kita ketahui (bicara kurang sempurna, terlihat aneh, susah diajak ngomong), seringkali anak autis ini dipandang sebelah mata oleh umum.


Bukankah semua manusia ciptaan Tuhan sederajat? Apa cuman karena mereka yang autis tidak pantas ada di muka umum, makanya kita tidak mau bergaul? 

Lihatlah Christian Husein Sitompul!
Dia autis! Sering dibully! Bahkan tidak dianggap sama bapaknya! But look, dia raih banyak medali di beberapa olimpiade di berbagai negara.

Biarkanlah anak autis merasakan indahnya bersosialisasi dengan orang lain

Remember this, guys,
"Tidak ada gading yang tak retak"

Yup, tidak ada manusia yang sempurna. Buat apa lo ngejauhin anak autis, padahal lo sendiri kagak sempurna? Gua juga nyadar, gua kagak sempurna. Tapi setidaknya gua bersosialisasi dengan siapapun, termasuk anak autis. (Meskipun gua jarang bertemu orang autis :p)

Dan seringkali gua lihat tag 'autis' ini jadi pribadi untuk melekatkan diri. Contohnya
"Ojim - Penulis autis yang mencari sensasi"
"Samsul - Autis Blogger"

"Perkataanmu adalah doamu"

Autis itu bukan untuk dijadikan tag diri. Jadi, untuk kalian kalian dan kalian yang memakai tag diri semacam ini, tolong diubah.
Pokoknya, Janganlah pandang anak autis dengan sebelah mata!
#HariAutisSedunia #BiarkanAnakAutisBergaulDiMukaUmum

Komentar